Thursday, April 16, 2020

CATATAN KD 6 BANK SENTRAL



Catatan Ekonomi Bab 6



Bank Sentral, Sistem Pembayaran,

dan Alat Pembayaran dalam Perekonomian Indonesia





ICHSAN ADITIA
X MIPA 2
SMA N 10 PADANG


A.  BANK SENTRAL

1.  Pengertian dan Status Bank Indonesia (Bank Sentral)
   
Bank sentral di Indonesia dipegang oleh Bank Indonesia. Menurut UU Nomor 23 Tahun 1999 sebagaimana diubah menajdi UU Nomor 3 tahun 2004 tentang Bank Indonesia, Bank Indonesia merupakan lembaga negara yang independen dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya bebas dari campur tangan pemerintah dan atau pihak-pihak lainnya, kecuali untuk hal-hal yang secara tegas diatur dalam undang-undang tersebut.

Hubungan antara Bank Indonesia (BI) dan pemerintah, UU Nomor 3 Tahun 2004, antara lain memuat sbb :
1. Bertindak sebagai pemegang kas pemerintah.
2. Pemerintah wajib meminta pendapat  BI  dan  atau  mengundang  BI dalam sedang kabinet yang membahas masalah ekonomi,  perbankan dan keuangan yang berkaitan dengan tugas BI atau kewenangan BI.
3. Memberikan pendapat dan pertimbangan kepada pemerintah mengenai Rancangan APBN.
4. Bank Indonesia dapat membantu penerbitan surat-surat utang negara yang diterbitkan oleh pemerintah.
5. Bank Indonesia dilarang memberikan kredit kepada pemerintah.

Hubungan antara Bank Indonesia dan dunia Internasional, antara lain sbb :
1. Dapat melakukan kerja sama dengan bank sentral negara lain dan organisasi atau lembaga internasional.
2. Dalam hal dipersyaratkan bahwa anggota internasional dan atau  lembaga multilateral adalah negara, maka BI dapat bertindak untuk dan atas nama negara RI sebagai anggota.

2.  Fungsi Bank Sentral (Bank Indonesia)

Bank Indonesia dapat berfungsi sebagai lender of the last resort dengan memberikan kredit atau pembiayaan kepada bank yang mengalami kesulitan likuiditas jangka pendek (maksimal 90 hari). Bank penerima pinjaman wajib menyediakan agunan yang berkualitas tinggi dengan nilai minimal sama dengan jumlah pinjaman.

Fungsi Bank Indonesia sbg Bank Sentral adalah sebagai bank dari pemerintah dan sebagai bank dari bank umum (banker’s bank), bertujuan untuk mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah dengan melaksanakan kebijakan moneter secara berkelanjutan, konsisten, transparan, dan harus mempertimbangkan kebijakan umum pemerintah di bidang perekonomian.

3.  Wewenang, Tugas, dan Tujuan Bank Indonesia

Bank Indonesia mempunyai otonomi penuh dalam merumuskan dan melaksanakan setiap tugas dan wewenangnya sebagaimana ditentukan dalam undang-undang tersebut. Pihak luar tidak dibenarkan mencampuri pelaksanaan tugas Bank Indonesia, dan Bank Indonesia juga berkewajiban untuk menolak atau mengabaikan intervensi dalam bentuk apapun dari pihak manapun juga.

Untuk mencapai tujuannya,bank Indonesia didukung pilar yang merupakan tugasnya antara lain:
1. Menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter
2. Mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran
Wewenang bank Indonesia :
1. Menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter
2. Mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran
3. Stabilitas sistem keuangan


Adapun tugas pokok bank sentral tercantum dalam tiga pilar utama BI yang berfungsi untuk mencapai tujuan yang ditetapkan. Tiga pilar utama BI, sbb :
1. menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter
2. mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran
3. mengatur dan mengawasi bank.

4.  Stabilitas Sistem Keuangan
Stabilitas sistem keuangan adalah stabilitas lembaga keuangan dan pasar keuangan yang membentuk sistem keuangan, sedangkan Stabilitas moneter terkait dengan stabilitas tingkat harga secara umum (inflasi).

Stabilitas Sistem Keuangan bertujuan untuk:
1. menciptakan lingkungan yang lebih mendukung bagi deposan dan investor
2. meningkatkan efisiensi intermediasi keuangan;
3. meningkatkan fungsi pasar keuangan dan memperbaiki alokasi sumber daya;
4. mengembangkan sistem keuangan yang sehat dan transparansi;
5. mengurangi gejolak dan risiko sistemik.

Adapun lima pilar utama stabilitas sistem keuangan, yaitu sbb :
1. lingkungan makro-ekonomi yang stabil
2. kerangka pengawasan prudensial yang sehat
3. lembaga keuangan yang dikelola dengan baik
4. pasar keuangan yang beroperasi secara efisien dan lancar
5. sistem pembayaran yang aman dan lancar.

B.  SISTEM PEMBAYARAN

1.  Pengertian Sistem Pembayaran
Suatu sistem yang meliputi seperangkat aturan, lembaga dan mekanisme yang berkaitan dengan pemindahan sejumlah nilai uang dari satu pihak ke pihak lain. Sistem pembayaran meliputi alat pembayaran, mekanisme kliring, hingga penyelesaian akhir (settlement). Pihak-pihak yang terlibat dalam lembaga penyelenggara sistem pembayaran yaitu bank, lembaga keuangan bukan bank, penyelenggara transfer dana ke perusahaan, pengalihan (switching) dan Bank Sentral.

2.  Perkembangan Sistem Pembayaran
Pada perkembangannya, sistem pembayaran tunai tidak bisa mencakup semua kegiatan ekonomi terutama dalam jumlah besar dan jarak jauh. Untuk mengatasi kelemahan sistem pembayaran tunai mulai diberlakukan sistem pembayaran nontunai untuk memudahkan transaksi dalam jumlah besar dan aman.
Dalam sistem pembayaran nontunai dikenal pembayaran berbasis kertas (cek, wesel, bilyet giro), alat pembayaran menggunakan kartu (ATM, kartu kredit, uang elektronik) dan transfer.

3.  Peran Bank Indonesia dalam Sistem Pembayaran
1. Regulator, membuat peraturan-peraturan yang mendukung kelancaran sistem pembayaran
2. Perizinan, memberi izin terhadap pihak yang terlibat dalam pelaksanaan sistem pembayaran.
3. Pengawasan, melakukan pengawasan agar kegiatan pembayaran berjalan dengan baik.
4. Operator, menyediakan layanan sarana penatausahaan dan setelmen surat berharga.
5. Fasilitator, memfasilitasi pengembangan sistem pembayaran oleh industri yang bergerak dalam bidang jasa keuangan.


4.  Penyelenggaraan sistem pembayaran nontunai oleh Bank Indonesia

A ) Bank Indonesia Real Time gross settlement
   1. Menyediakan sarana transfer dana antar bank yang lebih cepat efisien, andal, dan aman kepada bank dan nasabah nya
   2. Memberikan kepastian setelmen dan penatausahaan dapat diperoleh dengan segera.
   3. Menyediakan informasi rekening bank secara detail dan menyeluruh.
   4.Meningkatkan disiplin dan profesionalisme bank dalam mengelola likuiditas nya.
   5. Mengurangi resiko resiko setelmen dan penatausahaan

B) Bank Indonesia scripless securities settlement system
   Memiliki sarana khusus untuk mencatat dan menatausahakan surat berharga secara elektronik. Transaksi yang dilakukan antara lain transaksi operasi pasar terbuka pemberian fasilitas pendanaan dari Bank Indonesia kepada bank-bank umum dan transaksi surat berharga negara untuk dan atas nama pemerintah.

C) Sistem kliring nasional bank Indonesia
  Sistem kliring adalah pertukaran warkat atau data keuangan elektronik antar peserta kliring, baik atas nama peserta maupun atas nama nasabah peserta yang perhitungannya diselesaikan pada waktu tertentu.


C.  ALAT PEMBAYARAN

   Secara garis besar Sistem pembayaran dibagi menjadi dua jenis, yaitu Sistem pembayaran tunai dan Sistem pembayaran non-tunai. Perbedaan mendasar dari kedua jenis sistem pembayaran tersebut terletak pada instrumen yang digunakan.
Pada sistem pembayaran tunai instrumen yang digunakan berupa uang kartal, yaitu uang dalam bentuk fisik uang kertas dan uang logam, sedangkan pada sistem pembayaran nontunai instrumen yang digunakan berupa Alat pembayaran menggunakan kartu (APMK), Cek, Bilyet Giro, Nota Debet, maupun uang elektronik.


1. ALAT PEMBAYARAN TUNAI (UANG)
    Pembayaran tunai adalah pembayaran dengan menggunakan uang kartal, yaitu uang kertas dan uang logam.

    Uang adalah produk yang dihasilkan oleh perekonomian itu sendiri. Semakin maju suatu perekonomian semakin membutuhkan sarana pertukaran yang mampu melayani perekonomian itu sendiri. Dengan demikian mungkin uang yang ada sekarang ini akan terus mengalami perubahan baik bentuk maupun fungsinya sesuai perkembangan perekonomian dan perkembangan peradaban manusia.

1. Pra Barter
Dalam keadaan ini masyarakat belum memerlukan tukar menukar sesamanya. Masyarakat masih diliputi suasana kekeluargaan dan disebut masyarakat yang bercorak komunalistis. Apa yang mereka hasilkan, mereka makan sendiri, dengan demikian kegiatan produksi dan konsumsi masih menjadi satu, artinya mereka yang memproduksi dan merekalah yang mengkonsumsi.

2. Barter
Barter adalah suatu sistem pertukaran yang mana barang atau jasa secara langsung dipertukarkan untuk barang dan jasa yang lainnya tanpa menggunakan alat perantara pertukaran,

3. Uang benda
Uang benda adalah barang yang disukai oleh setiap orang dan diterima oleh semua pihak sebagai alat penukar (generally acepted). Macam-macam barang yang pernah dipakai sebagai uang benda antara lain: kerang, ternak, batu intan, perhiasan, garam, senjata, tembakau, dan teh.

4. Uang Logam
Uang Logam Uang logam yang dibuat dari emas dan perak telah mulai digunakan sejak abad ketujuh sebelum Masehi. Logam mulia yang dijadikan mata uang diberi bentuk tertentu dan diberi tanda atau cap resmi sebagai jaminan kadar dan beratnya dan diberi angka untuk menentukan nilainya. Nilai bahan uang (emas/perak yang termuat di dalam mata uang) disebut nilai instrinsik, sedangkan angka yang dicap pada mata uang untuk menyatakan nilainya disebut nilai nominal.

5. Uang kertas
Uang kertas adalah uang yang terbuat dari kertas dengan gambar dan cap tertentu dan merupakan alat pembayaran yang sah. Menurut penjelasan UU No. 23 tahun 1999 tentang Bank Indonesia, yang dimaksud dengan uang kertas adalah uang dalam bentuk lembaran yang terbuat dari bahan kertas atau bahan lainnya (yang menyerupai kertas).
2. Pengertian uang

Uang adalah segala sesuatu yang merupakan media pertukaran atau alat pembayaran yang diterima secara umum.

Agar uang dapat diberlakukan sebagai alat tukar dalam perekonomian, uang harus memenuhi dua syarat sekaligus.
1.Uang harus dapat memuaskan keinginan orang yang memilikinya. Syarat ini disebut syarat psikologis.
2.Syarat yang berkaitan dengan kondisi fisik dan teknis uang, yang disebut dengan syarat teknis.
Syarat teknis uang meliputi:
1. Tahan lama. Tahan lama dalam artian tidak mudah rusak.
2. Nilainya relatif stabil. Nilainya relatif stabil dalam artian nilai sekarang sama dengan nilai yang akan datang.
3. Mudah disimpan dan dibawa. Mudah disimpan dan dibawa dalam artian jika melakukan transaksi dalam jumlah yang besar pemilik uang tidak mengalami kesulitan dalam pembayaran.
4. Dapat diibagi-bagi tanpa mengurangi nilai. Dapat dibagi-bagi dalam artian pada saat melakukan transaksi sekecil apapun uang mempunyai pecahan dan nilainya tidak berkurang.
5. Jumlahnya mencukupi tidak berlebihan. Jumlahnya mencukupi dalam artian jumlah yang diperlukan dapat mendukung seluruh transaksi yang terjadi.

3. Fungsi Uang
    Fungsi utamanya sebagai alat tukar dan satuan hitung menjadi alat pembayaran, alat penyimpan kekayaan, dan fungsi lain dalam pendorong kegiatan ekonomi. Secara garis uang mempunyai dua fungsi, yaitu fungsi asli dan fungsi turunan.
1) Fungsi asli
2) Fungsi turunan (tambahan)

2. ALAT PEMBAYARAN NON TUNAI
    Dalam alat pembayaran, selain uang yang masih menjadi alat pembayaran utama yang berlaku di masyarakat, terdapat pula alat pembayaran non tunai. Sebagai contoh, telah dikenal alat pembayaran berbasis warkat (kertas) seperti cek dan bilyet giro atau alat pembayaran menggunakan kartu (APMK), seperti kartu kredit dan kartu ATM/debet.
Sedangkan untuk sistem transfer, telah dilakukan pengembangan sistem transfer dana secara berkesinambungan oleh Bank Indonesia, sehingga saat ini telah tersedia sistem BI-RTGS dan sistem Kliring Nasional.
a).  Alat Pembayaran Menggunakan Warkat (Paper Based)
    Warkat adalah item, document atau alat lalulintas pembayaran yang berasal dari giral seperti cek, bilyet giro (BG), nota debit. Instrumen berbasis warkat telah diatur dalam hukum dan dikenal dalam praktek perbankan di Indonesia;
1. Alat Pembayaran Cek dan Bilyet Giro (BG)
    Cek adalah surat perintah tidak bersyarat untuk membayar sejumlah dana yang tercantum dalam cek.
Bilyet Giro (BG) adalah surat perintah dari nasabah kepada bank penyimpan dana untuk memindahbukukan sejumlah dana dari rekening yang bersangkutan kepada rekening pemegang yang disebutkan namanya.

2. Nota Debet Nota Debet.
Dalam peraturan kliring, nota debet adalah warkat atau surat yang digunakan untuk menagih nasabah bank lain atau bank lain melalui kliring untuk dimasukkan ke rekening nasabah bank yang menyampaikan warkat tersebut.
    Nota debet jg digunakan utk keperluan transaksi antar kantor baik nota debet dgn surat maupun nota debet dgn telegram. Nota debet dgn surat/dengan telegram disampaikan melalui Kantor Pos.

3. Nota Kredit.
Dalam peraturan kliring, nota kredit adalah warkat atau surat yang digunakan untuk mengirimkan atau memindahkan dana bukan tunai kepada nasabah bank lain atau kepada bank lain melalui kliring.
     Nota kredit juga digunakan untuk keperluan transaksi antar kantor baik nota kredit dengan surat maupun nota kredit dengan telegram. Nota kredit dengan surat atau dengan telegram disampaikan melalui Kantor Pos.

b).  Alat Pembayaran Menggunakan Kartu (APMK)
1. Kartu Kredit
Kredit adalah kepercayaan, mendapat kredit berarti mendapat kepercayaan. dalam dunia bisnis kredit adalah fasilitas yang disediakan oleh bank dimana seseorang atau badan usaha meminjam uang untuk membeli produk dan membayarnya kembali dalam jangka waktu yang ditentukan. Prinsip kartu kredit adalah ” buy now pay later”, artinya pada saat transaksi kewajiban membayar pemegang kartu ditalangi terlebih dahulu oleh penerbit Kartu Kredit.

2. Kartu ATM dan Kartu Debet
Sistem pembayaran adalah kartu Debet dan Kartu ATM yang transaksinya dilakukan melalui mesin ATM. Mesin ATM ini merupakan mesin yang dapat melayani kebutuhan nasabah secara otomatis setiap saat (24 jam) selama tujuh hari dalam seminggu termasuk hari libur. Lokasi ATM biasanya tersebar di tempat-tempai strategis.

Manfaat Uang Elektronik sebagai alat pembayaran antara lain :
1. Memberikan kemudahan dan kecepatan dalam melakukan transaksi transaksi pembayaran tanpa perlu membawa uang tunai.
2. Tidak lagi menerima uang kembalian dalam bentuk barang (seperti permen) akibat padagang tidak mempunyai uang kembalian bernilai kecil (receh).
3. Sangat applicable untuk transaksi massal yang nilainya kecil namun frekuensinya tinggi, seperti: transportasi, parkir, tol, fast food, dll.

Resiko yang perlu disikapi dengan kehati-hatian dari para penggunanya, seperti :
1. Resiko uang elektronik hilang dan dapat digunakan oleh pihak lain karena pada prinsipnya uang elektronik sama seperti uang tunai yang apabila hilang tidak dapat diklaim kepada penerbit.
2. Resiko karena masih kurang pahamnya pengguna dalam menggunakan uang elektronik, seperti pengguna tidak menyadari uang elektronik yang digunakan ditempelkan 2 (dua) kali pada reader untuk suatu transaksi yang sama sehingga nilai uang elektronik berkurang lebih besar dari nilai transaksi.

Berdasarkan jenis dan batas nilainya, Uang Elektronik dibagi menjadi :
1. Uang Elektronik registered,
Merupakan Uang Elektronik yang data identitas pemegangnya tercatat/terdaftar pada penerbit Uang Elektronik.

2. Uang Elektronik unregistered,
Merupakan Uang Elektronik yang data identitas pemegangnya tidak tercatat/terdaftar pada penerbit Uang Elektronik

Saturday, April 11, 2020

Catatan KD 9 MANAJEMEN

 CATATAN EKONOMI KD 9
MANAJEMEN







Nama :Ichsan Aditia
Kelas :  X MIPA 2
Tahun Pelajaran 2019/2020







A. Pengertian Manajemen
Ada beberapa pengertian manajemen dari para ahli
Menurut George R. Terry dalam bukunya The Principle of Management, manajemen ialah usaha-usaha yang dilakukan untuk mencapai tujuan yang sudah ditetapkan lebih dahulu dengan menggunakan kegiatan orang lain.
Sedangkan Prof. Oei Liang Lee menjabarkan manajemen sebagai suatu ilmu dan seni dalam merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan, dan mengoordinasikan, serta mengawasi tenaga manusia dengan bantuan alat-alat dalam rangka mencapai tujuan yang sudah ditetapkan.
Kreitner berpendapat bahwa manajemen adalah proses penyelesaian masalah untuk mencapai tujuan organisasi secara efektif melalui penggunaan sumber daya secara efisien sesuai dengan perkembangan.
Van Fleet dan Peterson mendefinisikan manajemen sebagai serangkaian kegiatan yang diarahkan pada pemanfaatan sumber daya secara efisien dan efektif dalam mengejar satu atau lebih tujuan.
Jadi, Inti dari kegiatan manajemen adalah bagaimana mencapai tujuan sebuah organisasi dengan teknik dan cara-cara tertentu, serta membutuhkan peran manusia dalam prosesnya.

B.Fungsi Manajemen
George R. Terry menjelaskan bahwa fungsi manajemen terdiri dari planning, organizing, actuating, dan controlling.

1. Planning (Perencanaan)
Planning atau perencanaan ialah proses dasar manajemen guna menentukan tujuan dan langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut.
Perencanaan yang baik harus memenuhi syarat-syarat tertentu, seperti punya tujuan yang jelas, bersifat sederhana, ada analisis pekerjaan, fleksibel sesuai perkembangan, dan punya unsur keseimbangan antara tujuan setiap bagian dengan tujuan perusahaan.
Adapun manfaat dari kegiatan planning adalah:
      1. Tugas menjadi tepat sasaran
      2. Meminimalisir peluang kesalahan
      3. Sebagai pedoman kegiatan
      4. Kesatuan visi dan misi yang sama

2. Organizing (Pengorganisasian)
Pengorganisasian adalah proses pengelompokkan orang-orang, alat-alat, tugas, tanggung jawab, dan wewenang sehingga tercipta kesatuan dalam rangka mencapai tujuan.Dalam suatu organisasi, terdapat beberapa unsur yaitu sekelompok manusia, adanya kegiatan yang dilakukan, serta tujuan yang ingin dicapai.


Berikut ini beberapa manfaat pengorganisasian:
      1. Pembagian tugas
      2.Spesialisasi tugas
      3.Membantu anggota mengetahui tugas dan tanggung jawabnya

3. Actuating (Pelaksanaan)
Pelaksanaan adalah fungsi untuk menggerakkan orang-orang supaya bisa bekerja sesuai dengan tujuan yang sudah ditetapkan. Pelaksanaan merupakan fungsi manajemen yang paling penting karena berhubungan dengan sumber daya manusia. Untuk itu, fungsi yang satu ini selalu dikaitkan dengan kegiatan kepemimpinan atau leadership.
Ada tiga gaya dalam pelaksanaan kepemimpinan, yakni:
       1.Otoriter
       2.Demokratis
       3.Bebas

4. Controlling (Pengawasan)
Pengawasan adalah fungsi manajemen untuk mengoreksi kesalahan yang terjadi demi tercapainya suatu organisasi. Henry Fayol mendefinisikan pengawasan sebagai tindakan meneliti apakah segala sesuatu sudah tercapai atau berjalan sesuai dengan tujuan yang sudah ditetapkan.
Fungsi pengawasan akan efektif apabila memperhatikan hal-hal seperti jalur kesalahan, penetapan waktu pelaksanaan pengawasan, perintah pelaksanaan, dan tindak lanjut.

C.Tingkatan Manajemen
Secara umum, ada tiga tingkatan manajemen yang umumnya terjadi pada perusahaan atau organisasi.
1.Top Management
   Top management merupakan jenjang tertinggi, sering disebut manajer senior, eksekutif kunci, CEO (Chief Executive Officer), president, dan vice president. Manajemen tingkat ini bertanggung jawab terhadap perusahaan secara keseluruhan. Tugas mereka ialah menetapkan tujuan, strategi, dan kebijakan perusahaan secara umum yang kemudian diterjemahkan lebih spesifik oleh manajer bawahnya.

2.Middle Management
Middle management ialah manajemen yang tugasnya mengawasi beberapa unit kerja dan menerapkan rencana sesuai dengan tujuan dan tingkatan yang lebih tinggi. Manajemen tingkat ini wajib melaporkan hasil pekerjaan mereka kepada top management. Contoh middle management adalah kepala klinik rumah sakit, dekan di universitas, dan manajer pabrik. Middle management juga berperan sebagai jembatan antara top management dan lower management.



3.Lower Management
Tingkatan ini merupakan tingkat paling bawah dalam suatu organisasi. Tugasnya ialah memimpin dan mengawasi tenaga-tenaga operasional. Misalnya supervisor atau mandor. Lower management bertanggung jawab atas satu unit kerja dan diharapkan bisa menyelesaikan tugas dengan tujuan jangka pendek sesuai dengan rencana perusahaan.
D. Unsur-Unsur Manajemen
Agar fungsi-fungsi manajemen bisa terlaksana dengan baik, dibutuhkan sumber-sumber atau sarana manajemen yang terdiri dari:
1. Manusia : Sumber daya manusia menjadi hal yang sangat penting dalam sebuah manajemen. Peruahaan akan memiliki manajemen yang baik ketika memiliki SDM yang mumpuni. Karena mereka yang menyusun tujuan hingga melakukannya agar mencapai tujuan itu sendiri

2. Uang atau biaya : Dengan keuangan itu, segala kegiatan yang sudah disusun sesuai rencana bisa dijalankan dengan baik. Sehingga perusahaan akan lebih mudah untuk menjalankan segala kegiatannya.

3. Bahan-bahan : Sebuah perusahaan sulit untuk bisa berjalan jika tidak ada bahan yang digunakan dalam proses produksi. Jika bahan yang digunakan baik, produk yang akan dihasilkan bisa berkualitas bagus.

4. Tata kerja/metode : Metode bisa diartikan sebagai cara yang digunakan dalam perlaksanaan kerja. Sebuah metode yang baik selalu mempertimbangkan berbagai hal.

5. Pasar : Produk yang sudah diproduksi nantinya akan dipasarkan kepada konsumen. Jika produk memiliki kualitas yang bagus, tingkat penjualannya juga akan meningkat dan berpengaruh terhadap keuntngan. Dengan hal ini, pasar menjadi unsur penting dalam sebuah manajemen.

6. Mesin-mesin dan peralatan : Untuk memudahkan pekerja dalam menyelesaikan pekerjaannya, unsur mesin memang sangat dibutuhkan. Nantinya pekerja bisa bekerja dengan efektif dan efisien.


E. Bidang Manajemen
Bidang-bidang manajemen lahir seiring perkembangan ilmu dan teknologi dan dikhususkan berdasarkan tujuan masing-masing.



1. Manajemen Produksi
   Manajemen produksi merupakan rangkaian kegiatan yang terencana dan terkendali dalam rangka mengubah input menjadi output, serta melakukan evaluasi terhadap output melalui umpan balik.

2. Manajemen Pemasaran
   Manajemen pemasaran ialah kegiatan pengaturan secara optimal dari fungsi  pemasaran supaya kegiatan pertukaran atau penyampaian barang dari produsen kepada konsumen bisa berjalan lancar dan memuaskan.

3. Manajemen Keuangan
   Manajemen keuangan adalah manajemen yang berhubungan dengan langkah-langkah guna mendapatkan dana yang dibutuhkan dan bagaimana penggunaannya dalam rangka mencapai tujuan.

4. Manajemen Personalia
Manajemen personalia merupakan fungsi manajemen yang bertanggung jawab terhadap sumber daya manusia yang terlibat dalam kegiatan perusahaan agar tercapai tujuan yang telah ditetapkan.

5. Manajemen Administrasi
   Manajemen administrasi memberi perhatian pada pemberian layanan di bidang administrasi, penggunaan alat yang efektif, dan kemudahan pada bidang lain.

F. Prinsip Manajemen Menurut Henri Fayol
Prinsip manajemen pada dasarnya merupakan inti dari keberhasilan manajemen untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Henry Fayol mengungkapkan bahwa terdapat 14 prinsip manajemen, yaitu:
1.Pembagian kerja (division of work), disesuaikan dengan keahlian yang dimiliki secara objektif sehingga pelaksanaan tugas dapat berjalan dengan efektif. Dalam hal ini penempatan karyawan sebaiknya menggunakan prinsip right man in the right place.

2.Wewenang dan tanggung jawab ( authority and responsibility), tiap karyawan memiliki wewenang tertentu dalam melaksanakan pekerjaannya, yang juga diimbangi dengan tanggung jawab dari setiap pekerjaan yang dilakukan

3.Disiplin, tiap karyawan harus memiliki disiplin diri dalam melaksanakan pekerjaannya dengan penuh tanggung jawab

4.Kesatuan perintah (unity of command) , perintah yang diterima harus memiliki tujuan yang sama meski berasal dari orang yang berbeda, agar tidak terjadi kebingungan dalam pelaksanaan pekerjaan

5.Kesatuan pengarahan (unity of direction) , karyawan memerlukan pengarahan yang tepat agar dapat melaksanakan tugasnya dengan baik dan tepat sasaran

6.Mengutamakan kepentingan organisasi di atas kepentingan sendiri, karyawan harus menyadari bahwa keberhasilan organisasi atau perusahaan akan berpengaruh pula terhadap dirinya sehingga mengusahakan dan memberikan yang terbaik untuk kepentingan organisasi

7.Penggajian pegawai, kompensasi yang sesuai akan memberikan kedisiplinan dan semangat bekerja yang tinggi bagi masing-masing karyawan

8.Pemusatan (centralization), tanggung jawab akhir dari suatu organisasi atau perusahaan berada pada tingkatan manajer puncak (top manajer) yang memiliki wewenang tertinggi.

9.Hirarki, adanya pembagian kerja akan menimbulkan hirarki dalam suatu susunan organisasi atau perusahaan

10. Ketertiban (order) , ketertiban dalam pekerjaan sangat penting untuk menghindari kekacauan yang dapat menghambat pelaksanaan operasional perusahaan atau organisasi

11.Keadilan dan kejujuran , terkait dengan moral karyawan yang harus dimiliki oleh semua lapisan organisasi atau perusahaan

12.Stabilitas kondisi karyawan, kestabilan kondisi perlu dijaga agar tidak mengganggu performa karyawan yang pada akhirnya mengambat pencapaian tujuan

13. Prakarsa (initiative), prakarsa timbul ketika seseorang berusaha menyelesaikan hal-hal yang semestinya dilakukan agar memberikan hasil yang maksimal

14.Semangat kesatuan dan semangat korps (espirts de corps), rasa senasib sepenanggungan akan memberikan semangat untuk bekerja sama dalam mencapai tujuan yang diharapkan.





Thursday, April 9, 2020

Tugas Ekonomi ---Manajemen

Assalamualaikum teman-teman

Saya Ichsan Aditia dari X MIPA 2 akan membagikan hasil pembelajaran tentang manajemen yaitu rancangan kegiatan Pramuka Blog SMA N 10 Padang








Monday, November 4, 2019

Catatan Keuangan dan Kegiatan harian

Catatan keuangan harian




Itu lah catatan keuangan harian saya selama satu bulan




Catatan kegiatan harian

Itu lah catatan harian saya selama satu bulan

Thursday, September 19, 2019

PEMBAHASAN SOAL SOAL EKONOMI KELAS 10

PEMBAHASAN SOAL SOAL EKONOMI KELAS X

DIBUAT OLEH: ICHSAN ADITIA
KELAS             : X MIPA 2

KELOMPOK PILIHAN GANDA

1. Berikut beberapa pertanyaan bagi wirausahawan sebelum melakukan produksi.
   1) Untuk siapa barang diproduksi?
   2 Jenis barang apa yang akan diproduksi?
   3) Di mana produksi akan dilakukan?
   4) Bagaimana teknik produksi yang akan digunakan?
   5) Kapan proses produksi akan selesai?
   Berdasarkan pertanyaan tersebut yang merupakan masalah pokok ekonomi modern ditunjukkan
   oleh angka..
    a.1 ), 2), dan 3)
    b. 1), 2), dan 4)
    c. 2), 3), dan 4)
    d. 2),4), dan 5)
    e. 3), 4), dan 5)
     Jawaban:
B. 1), 2),dan  4)
      Karena masalah pokok ekonomi adalah: 1.Barang apa saja yg diproduksi?(what)
                                                                              2.Bagaimana cara memproduksi barang tersebut?(how)
                                                                              3. Untuk siapa barang tersebut di produksi?(for whom)
       Jadi, jawaban yang benar adalah 1,2 dan 4



2. Perhatikan faktor-faktor berikut!
                                                    A                                                     
1)      Tingkat pendapatan
         2)      Nilai harga saham
3)      Biaya pengiriman barang
                                                   B
         1)       Pengeluaran Rumah Tangga
2)       Kebijakan Pemerintah
3)       Selera konsumen
                                              C
         1)       Pengaruh orang lain
2)       Harga barang subtitusi
3)       Tabungan dan deposito
Faktor-faktor yang memengaruhi tingkat konsumsi masyarakat ditunjukkan oleh pasangan.
a. A1), B2), dan C3)
b. Al), B3), dan C2)
c. A2), B2), dan C3)
d. A2), B3), dan C2)
e. A3), BI), dan C1)
Jawaban: B. A1,B3, dan C2
Karena faktor tersebut mempengaruih tingkat konsumsi seseorang, seperti tingkat pendapatan
yang mereka dapatkan akan mempengaruhi konsumsi seseorang, selera konsumen dan harga juga
sangat mempengaruhi tingkat konsumsi seseorang.



3.  Harga semen di Pulau Papua lebih mahal daripada di Pulau Jawa.
     Perbedaan harga semen disebabkan oleh..
a. biaya produksi yang mahal
b.biaya pengangkutan yang tinggi
c penetapan harga oleh pemerintah
d impor bahan baku dari negara lain
e monopoli oleh pedagang setempat
Jawaban: b.biaya pengangkutan yang tinggi
 Karena di papua tidak ada yang memproduksi semen sehingga semen tersebut harus
di angkut dengan alat transportasi dari pulau lain sehingga menyebabkan biaya pengangkutan
bertambah dan otomatis harga semen juga akan lebih mahal di Papua



4.  Penentuan saluran distribusi digunakan untuk menyalurkan barang hasil produksi kepada
     konsumen akhir. Menentukan saluran distribusi merupakan pemecahan masalah ekonomi yang
    dipecahkan dengan pertanyaan
     a what
     b. how
     c. for whom
     d when
     e where
      Jawaban: c. for whom
       Karena saat mendistribusikan barang kita harus tau kepada siapa barang akan di distribusikan
       Jadi,pertanyaan yang tepat adalah for whom atau untuk siapa



5. Seorang pengusaha sepatu kulit telah menemukan inovasi baru mengenai  cara produksi. Produsen
       tersebut berhasil memproduksi sepatu kulit dalam  waktu lebih singkat dan efisien. Produsen
       tersebut telah mengatasi permasalahan  ekonomi modern berkaitan dengan...
      a. penentuan jenis barang yang akan diproduksi
      b. pemilihan bahan baku utama produksi
      c. penetapan target sasaran produksi
      d. penentuan jumlah produksi barang
      e pemilihan teknik produksi barang
      Jawaban: e. Pemilihan teknik produksi barang
       Karena seorang pengusaha sepatu kulit tersebut telah menemukan inovasi baru mengenai cara
       produksi berarti ia telah mengatasi masalah tentang pemilihan teknik produksi barang



6.   Indonesia menerapkan sistem demokrasi ekonomi sebagai bentuk kebijakan dalam mengatasi
      berbagai permasalahan ekonomi. Dalam sistem demokrasi ekonomi, pemerintah berperan
      a. merencanakan kegiatan ekonomi
      b. menguasai semua sumber daya ekonomi
      c. mengintervensi seluruh kegiatan ekonomi
      d. menjadi pelaku, pengatur, dan pengawai  kegiatan ekonomi
      e. mengatur dan menentukan jenis produksi  yang diusahakan masyarakat



7. Sistem ekonomi yang digunakan di Indonesia   dikenal dengan sebutan sistem demokrasi
     ekonomi. Sistem ekonomi tersebut tecermin pada sila-sila Pancasila dan...
     a. Undang-Undang Dasar 1945 pasal 31
     b. Undang-Undang Dasar 1945 pasal 33
     c. Undang-Undang Dasar 1945 pasal 35
     d. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004
     e. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2009
     Jawaban: b. Undang-undang dasar 1945 pasal 33
     Karena pasal 33 tersebut membahas tentang sistem perekonomian di Indonesia



8.  Sistem demokrasi ekonomi ditetapkan atas dasar ideologi Pancasila dan Undang-Undang Dasar
     1945. Pada sistem perekonomian ini kegiatan produksi dilakukan oleh
     a. swasta
     b. pemerintah
     C pemerintah dan swasta
   d. individu dan masyarakat
   e.pemerintah swasta, dan masyarakat



9.  Sistem demokrasi ekonomi memberikan kebebasan kepada masyarakat melakukan berbagai
     macam kegiatan usaha, tetapi tetap memenuhi syarat dan ketentuan  yang berlaku di Indonesia
     Sebagian besar produksi masyarakat merupakan usaha swasta yang diatur oleh
     a. mekanisme harga yang terkendali
     b. pengaruih budaya luar negeri
     c. Peraturan yang berlaku
     d kebijakan pemerintah
     e. pemilik perusahaan
     Jawaban: d. Kebijakan pemerintah
      Karena



10.  Pihak Swasta dan masyarakat diberikan kebebasan dalam melakukan berbagai kegiatan
     perekonomian di Indonesia Meskipun demikian beberapa bidang usaha penting yang digunakan
     untuk pemenuhan kebutuhan hidup hajat orang banyak dikuasai negara.Bidang usaha yang
     penting tersebut, misalnya
     a.Listrik dan air
     b. listrik dan internet
     c. internet dan telepon
     d. perikanan dan peternakan
     e. pertanian dan perkebunan
      Jawaban: a. Listrik dan air.
       Karena perusahaan listrik dan air dikuasai oleh negara.


11.  Perhatikan nilai-nilai berikut
     1. Nilai kekeluargaan.
     2) Nilai kemanusiaan
     3) Nilai Gotong royong
     4) Nilai keluhuran
     5) Nilai kemandirian
     Nilai dasar yang menjadi identitas perekonomian Indonesia ditinjukkan oleh angka
     a. 1,2,dan 3
     b. 1,2,dan 4
     c. 1,3,dan 5
     d. 2,3,dan 4
     e 2), 4 dan 5)
       Jawaban: c. 1,3 dan 5
       Karena nilai dasar yang menjadi identitas perekonomian Indonesia adalah
             1. Nilai kekeluargaan
             2. Nilai kerja sama
             3. Nilai gotong royong
             4. Nilai keadilan
             5. Nilai kemandirian



12.  Salah satu dampak positif sistem demokrasi ekonomi adalah
     a. pemerintah bebas mengatur produksi masyarakat
     b. pemusatan kekuatan ekonomi pada satu kelompok
     c. monopoli perekonomian oleh pemerintah
     d. hak milik perorangan diakui negara
     e. berkembangnya sistem etatisme



13.  Sisi negatif yang harus dihindari dalam penyelengaraan sistem demokrasi ekonomi adalah
     free fight liberalism. Dampak dari sistem persaingan bebas dalam perekonomian suatu
     negara adalah
     a. matinya potensi, kreasi, dan inisiatif pelaku ekonomi
     b. mendorong munculnya eksploitasi terhadap manusia dan bangsa lain
     c. dominannya aparatur negara dalam perekonomian
     d. munculnya penguasaan kegiatan ekonomi oleh sekelompok orang
     e. semakin lebarnya kesenjangan ekonomi karena distribusi pendapatan tidak merata
      Jawaban: b. Mendorong munculnya eksploitasi terhadap manusia dan bangsa lain
      Karena dengan adanya free fight liberalism akan mendorong munculnya eksploitasi terhadap
      manusia dan bangsa lain




KELOMPOK ESSAY

1. Bagaimana penerapan  sistem ekonomi di Indonesia?
      Jawaban: sistem ekonomi yang diterapkan di Indonesia dikenal dengan sistem ekonomi   
      Pancasila atau sistem demokrasi ekonomi

2. Apa aspek negatif yang harus dihindari dalam penyelenggaraan sistem demokrasi ekonomi di
     Indonesia?
       Jawaban: aspek negatif yang harus dihindari dalam penyelenggaraan sistem demokrasi
ekonomi yaitu: 1 sistem persaingan bebas atau free fight liberalism
                            2 sistem etatisme
                            3 pemusatan kekuatan ekonomi pada satu kelompok


3. Jelaskan peran penting masyarakat dalam penyelenggaraan sistem demokrasi ekonomi?
       Jawaban: Peran penting masyarakat dalam penyelenggaraan sistem ekonomi demòkrasi
                         Adalah masyarakat ikut serta dalam pelaksanaan demokrasi ekonomi, dengan
                         ikut serta membangun perekonomian bangsa, sehingga menjadi bangsa yang makmur adil dan sejahtera


4. Sebutkan nilai dasar yang mendasari sistem demokrasi ekonomi?
        Jawaban: nilai dasar yang mendasari sistem demokrasi ekonomi nilai dasar yang mendasari   sistem demokrasi ekonomi :
1.nilai kekeluargaan
                                                                             
2.  nilai kerjasama
                                                                             
3. Nilai gotong royong
                                                                             
4.  nilai keadilan
                                                                             
5. Nilai kemandirian


5. Jelaskan tiga ciri sistem perekonomian Indonesia?
       Jawaban:   -Perekonomian disusun sebagai usaha bersama atas asas kekeluargaan
                          -sektor yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara
                          -Perekonomian nasional diselenggarakan berdasarkan demokrasi ekonomi


6. Sebutkan tugas tugas yang dijalankan pada kegiatan distribusi?
       Jawaban: 1.Pengangkutan
                         2.Penyimpanan
                         3.Mengelompokan atau menyeleksi
                         4.Pengemasan atau pengepakan
                         5.Memberi informasi atau promosi


7. Jelaskan pengertian sistem ekonomi liberal?
      Jawaban: sistem ekonomi pasar atau liberal merupakan sistem ekonomi yang kegiatan
                       perekonomian mulai dari produksi distribusi dan konsumsi diserahkan sepenuhnya
                        kepada mekanisme pasar. Sistem ini dapat berjalan dengan sedikitnya campur
                        tangan pemerintah.









Saturday, September 7, 2019

LAPORAN KEGIATAN HARIAN

Laporan kegiatan harian Ichsan Aditia

Berikut ini adalah laporan kegiatan harian saya






Berdasarkan data diatas dapat disimpulkan bahwa kegiatan yg saya lakukan kebanyakan belajar sekolah dan membuat tugas atau pr.

Demikian lah laporan kegiatan saya

PERMASALAHAN EKONOMI DAN SISTEM EKONOMI

A. Masalah Pokok Ekonomi
Masalah Pokok Ekonomi muncul karena pertemuan antara kebutuhan manusia yang tidak terbatas dengan sumber daya yang terbatas. Kebutuhan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup sangat banyak dan beragam. Di sisi lain, ketersediaan sumber daya yang tersedia belum tentu bisa mencukupi kebutuhan tersebut. Adanya keterbatasan sumber daya yang terbatas ini akan menimbulkan masalah.

1. Masalah Pokok Ekonomi Klasik
Menurut teori ekonomi klasik, masalah pokok ekonomi dapat digolongkan menjadi tiga permasalahan utama:
Masalah Produksi
Agar dapat memenuhi kebutuhan manusia, maka barang dan jasa harus tersedia. Demi memenuhi hal ini, produsen harus mengetahui barang dan jasa apa saja yang dibutuhkan masyarakat.
Masalah Distribusi
Masalah lain adalah bagaimana produk bisa terdistribusi secara baik hingga sampai ke tangan konsumen.
Masalah Konsumsi
Setelah barang dan jasa sampai di konsumen, permasalahan selanjutnya adalah; apakah barang tersebut akan dikonsumsi atau malah terbuang sia-sia karena tidak harganya tidak terjangkau. Ini juga menjadi permasalahan lain yang harus bisa dijawab oleh produsen selaku pembuat produk. Di sisi lain, sebagai konsumen, kita harus bisa meningkatkan pendapatan supaya dapat menjangkau produk yang kita inginkan.

2. Masalah Pokok Ekonomi Modern
Ada tiga masalah utama dalam ekonomi modern. Adapun masalah-masalah tersebut sebagai berikut:
Barang dan Jasa Apa yang Diproduksi dan Seberapa Banyak(what?)
Masalah pokok pertama yang penting dalam ekonomi adalah bagaimana produsen dapat menentukan barang dan jasa apa yang diproduksi. Selain itu, banyaknya jumlah produk juga harus diperhitungkan. Kenapa? Ini tentu karena kalau sampai salah perhitungan, produsen akan mengalami kerugian, bahkan, bisa bangkrut karena barangnya menumpuk sia-sia.
Bagaimana Cara Memproduksi Barang Tersebut(how?)
Setelah barang dan jasa sudah ditentukan jenis dan jumlahnya, maka masalah selanjutnya adalah teknik produksinya. Dengan sumberdaya yang ada, produsen harus bisa menentukan teknik produksi yang paling efisien untuk mereka. Berapa banyak jumlah karyawan. Teknik apa yang digunakan. Selain itu, produsen juga harus bisa menentukan apakah akan memproduksei dengan tenaga manusia, atau bantuan mesin.
Untuk Siapa Barang Tersebut Diproduksi? (for whom?)
Masalah ini menyangkut soal siapa yang memerlukan barang/jasa, dan, siapa saja yang akan ikut menikmati hasilnya. Pada dasarnya, keuntungan dari barang dan jasa yang diproduksi bukan hanya untuk konsumen saja. Melainkan ada pihak-pihak lain yang menerima keuntungan. Seperti misalnya, karyawan akan menerima pendapatan, pemilik bahan baku akan mendapat upah, pemilik modal akan menerima bunga modal, dan tentunya, produsen juga akan menerima keuntungan dari hasil penjualan produknya. Oleh karena itu, masalah ini sangat berkaitan dengan “siapa saja yang mendapat untung” dari diproduksinya barang dan jasa, sehingga produsen harus bisa menyelesaikan masalah ini.







B. Sistem Ekonomi
1. Pengertian Sistem Ekonomi
Sistem Ekonomi adalah suatu sistem yang dipakai oleh sebuah negara, baik itu pemerintah maupun swasta, untuk mengelola semua aktivitas perekonomian di masyarakat.

Suatu sistem perekonomian harus berlandaskan prinsip tertentu guna mencapai kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat secara umum.

Masing-masing negara memiliki sistem perekonomian yang berbeda, tergantung situasi dan kondisi pada negara tersebut. Sistem perekonomian terbaik di suatu negara belum tentu akan memberikan hasil yang sama bila diterapkan di negara lain.
2. Macam - Macam Sistem Ekonomi
1. Sistem Ekonomi Tradisional
Sistem ekonomi tradisional banyak digunakan pada organisasi dimana kehidupan ekonomi berjalan berdasarkan tradisi, kebiasaan masyarakat secara turun-temurun dan mengandalkan faktor produksi apa adanya.

Ciri-ciri sistem perekonomian tradisional;

Pembagian kerja yang belum jelas.
Banyak tergantung pada sektor pertanian.
Masih terikat tradisi dan kurang dinamis.
Penggunaan teknologi dalam kegiatan produksi masih sangat sederhana.
Kelebihan sistem perekonomian ini adalah adanya kejujuran dan semangat kekeluargaan dari semua orang dalam pemenuhan kebutuhan hidupnya. Namun sistem perekonomian ini memiliki kekurangan, yaitu sulitnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat ke arah yang lebih baik.

2. Sistem Ekonomi Terpusat
Sistem ekonomi terpusat/ komando atau sosialis adalah sistem perekonomian yang menempatkan pemerintah sebagai pemilik kekuasaan dominan dalam mengatur kegiatan ekonomi.

Ciri-ciri sistem perekonomian terpusat/ sosialis;

Segala aktivitas perekonomian (produksi, distribusi, penetapan harga, dan konsumsi) diatur oleh pemerintah.
Pemerintah tidak mengakui hak milik perorangan dan tidak ada kebebasan dalam menjalankan usaha.
Semua peralatan produksi dikuasi oleh negara.
Bentuk penguasaan yang dilakukan pemerintah yaitu dengan membatasi kegiatan ekonomi yang dikerjakan oleh anggota masyarakat. Beberapa negara yang menggunakan sistem perekonomian ini antara lain:

Rusia
Republik Rakyat Cina
Negara Eropa Timur (pecahan Uni Soviet)
3. Sistem Ekonomi Liberal
Sistem ekonomi liberal atau kapitalis adalah sistem perekonomian yang berlandaskan kebebasan sebesar-besarnya bagi seluruh masyarakat dalam kegiatan perekonomian tanpa dicampuri oleh pemerintah.

Ciri-ciri sistem perekonomian liberal/ kapitalis;

Setiap individu diberikan kebebasan dalam menjalankan kegiatan perekonomian.
Setiap individu diberikan kebebasan dalam memiliki barang modal (barang kapital).
Segala kegiatan perekonomian dapat dilakukan berdasarkan semangat untuk mendapatkan keuntungan pribadi.
Dengan kata lain, pemerintah lepas tangan dalam pengambilan keputusan ekonomi sehingga masyarakat dapat mencari keuntungan pribadi sebesar-besarnya. Beberapa negara yang memakai sistem perekonomian ini antara lain:

Amerika Serikat
Kanada
Inggris
Irlandia
Perancis
Dan lain-lain
4. Sistem Ekonomi Campuran
Sistem ekonomi campuran adalah sistem perekonomian dimana pemerintah memberikan kebebasan kepada rakyat untuk melakukan kegiatan ekonomi, namun pemerintah juga ikut campur dalam kegiatan perekonomian.

Ciri-ciri sistem perekonomian campuran;

Pemerintah membatasi pihak swasta dalam mengelola sektor tertentu, khususnya bidang-bidang yang menyangkut harkat hidup orang banyak.
Pemerintah memiliki kewenangan dan turut campur tangan dalam mengatur mekanisme pasar melalui berbagai kebijakan ekonomi.
Pemerintah juga turut campur tangan dalam segala kegiatan perekonomian dengan mengeluarkan berbagai kebijakan ekonomi.
Pemerintah mengakui hak milik perorangan selama hal tersebut tidak merugikan kepentingan masyarakat umum.
Tujuan campur tangan pemerintah tersebut adalah untuk mencegah kelompok masyarakat melakukan penguasaan secara penuh pada sumber-sumber ekonomi yang ada.
C. Sistem perekonomian di Indonesia
Sistem perekonomian yang diterapkan oleh Indonesia adalah sistem perekonomian pancasila. Maka, secara normatif pancasila dan UUD 1945 adalah landasaan idiil sistem perekonomian di Indonesia. Dasar politik perekonomian ini diatur dalam UUD 1945 pasal 33 yang berbunyi :

Ayat 1:  Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas azas kekeluargaan.
Ayat 2: Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
Ayat 3: Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
Ayat 4: Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional.
Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan pasal ini diatur dalam undang-undang
1. Karakteristik Perekonomian Indonesia
Kegiatan ekonomi merupakan kegiatan bersama (gotong royong) dengan yang mengedepankan hubungan kekeluargaan.
Cabang-cabang produksi yang bersifat strategis dan merupakan hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
Alasan pemerintah menguasai produksi barang-barang stategis baik yang ada di tanah air Indonesia adalah semata-mata untuk kemakmuran rakyat.
Indonesia menggunakan sistem ekonomi campuran disebut juga sistem ekonomi pancasila.
Kegiatan ekonomi yang dilakukan juga harus memiliki prinsip berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.
Pemerintah juga mengawasi kegiatan yang dilakukan oleh swasta secara umum, agar terhindar dari praktik kecurangan seperti penipuan, praktik monopoli yang merugikan, serta mafia perdagangan. Tujuannya, agar tercipta keadilan di tengah-tengah masyarakat.
2. Nilai - Nilai Dasar Perekonomian Indonesia
A. Kekeluargaan
Kekeluargaan menjadi nilai dasar pertamayang wajib diwujudkan oleh setiap pelaku ekonomi Indonesia. Hal tersebut dipesankan secara langsung oleh ayat 1 pasal 33 UUD 1945. Kekeluargaan menggambarkan semangat kebersamaan dalam mengelola sumber daya ekonomi yang terdapat di Indonesia untuk digunakan sebesar-besarnya bagi kemakmuran bersama.

b. Kerja Sama

Kerja sama lebih penting dibanding persaingan dalam melakukan kegiatan ekonomi di Indonesia, sehingga persaingan yang menjadi ciri khas ekonomi kapitalis/liberalis sangat bertentangan dengan semangat pasal 33, terlebih persaingan yang tidak sehat yang menggiring kepada monopoli pemanfaatan sumber daya ekonomi dan monopoli kemakmuran oleh sekelompok orang.

c. Gotong Royong

Gotong royong menjadi identitas penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia, termasuk dalam melakukan kegiatan ekonomi sehingga maanfaat dari bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dapat dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali.

d. Keadilan

Keadilan menjadi hal penting dalam setiap kegiatan ekonomi di Indonesia, sehingga setiap pelaku ekonomi dapat memperoleh bagian sesuai dengan prestasi kerjanya atau sesuai dengan kontribusinya dalam kegiatan ekonomi. Sebaliknya, ketimpangan ekonomi menjadi hal yang bertentangan dengan semangat pasal 33, sehingga diperluJkan peran negara dalam menegakan keadilan ekonomi bagi seluruh pelaku ekonomi di Indonesia.



e. Kemandirian

Kemandirian menjadi nilai dasar yang mencerminkan ketidaktergantungan bangsa Indonesia kepada pelaku ekonomi asing. Dengan semangat kemandirian, bangsa Indonesia dapat melakukan swasembada pada setiap bidang ekonomi yang menguasai hajat hidup orang banyak, contohnya dalam hal penyediaan sembilan bahan pokok yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat, negara dapat mendorong pemanfaatan sumber daya alam Indonesia yang sangat kaya semaksimal mungkin sehingga tidak perlu banyak impor yang menguntungkan negara lain dan mengurangi cadangan devisa Indonesia.
3. Dampak Sistem Ekonomi Indonesia Terhadap Perekonomian
> Dampak Positif
Berikut ini ciri-ciri dari sistem ekonomi demokrasi.
1) Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.
2) Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
3) Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat.
4) Sumber-sumber kekayaan dan keuangan negara digunakan untuk permufakatan lembaga-lembaga perwakilan rakyat, serta pengawasan terhadap kebijakan ada pada lembaga-lembaga perwakilan rakyat pula.
5) Warga negara memiliki kebebasan dalam memilih pekerjaan yang dikehendaki serta mempunyai hak akan pekerjaan dan penghidupan yang layak.
6) Hak milik perorangan diakui dan pemanfaatannya tidak boleh bertentangan dengan kepentingan masyarakat.
7) Potensi, inisiatif, dan daya kreasi setiap warga negara dikembangkan sepenuhnya dalam batas-batas yang tidak merugikan kepentingan umum.
8). Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara.
 > Dampak Negatif


Selain memiliki ciri-ciri positif, sistem ekonomi demokrasi juga mempunyai hal-hal yang harus dihindarkan.

1) Sistem free fight liberalism, yaitu sistem persaingan bebas yang
saling menghancurkan dan dapat menumbuhkan eksploitasi terhadap manusia
dan bangsa lain sehingga dapat menimbulkan kelemahan struktural ekonomi
nasional.

2) Sistem etatisme, di mana negara beserta aparatur ekonomi negara
bersifat dominan serta mendesak dan mematikan potensi dan daya kreasi
unit-unit ekonomi di luar sektor negara.

3) Persaingan tidak sehat dan pemusatan kekuatan ekonomi pada satu kelompok dalam bentuk monopoli yang merugikan masyarakat.

PENDAPATAN NASIONAL 2

 TUGAS 2 EKONOMI PENDAPATAN NASIONAL  Ichsan Aditia XI MIPA 6  Membuat Soal dan Jawaban  1.  Diketahui:      GDP : Rp.700.000.000.000      P...